Gara-Gara Luuk de Jong, Lindelof Kena Semprot Scholes

Posted on

Legenda Manchester United Paul Scholes menunjuk Victor Lindelof berperanan besar atas terbentuknya gol Luuk de Jong di semi-final Liga Europa, Senin (17/08/2020). United jalani laga susah menantang Sevilla. Mereka memang mendapatkan beberapa kesempatan namun tidak berhasil mengoptimalkannya menghasilkan gol.

United memang pernah unggul semakin dulu. Mereka cetak gol lewat Bruno Fernandes. Namun selanjutnya Sevilla dapat menang 2-1. Beberapa gol wakil La Liga itu diciptakan oleh Suso serta De Jong.

Kritik Scholes Pada Lindelof

Dari ke-2 gol itu, Paul Scholes menyorot terbentuknya gol dari Luuk de Jong. Pemain dari Belanda itu cetak gol dengan gampang, manfaatkan operan silang Jesus Navas. De Jong waktu itu ada di tiang jauh. Dia berdiri antara Victor Lindelof serta Aaron Wan-Bissaka. Tetapi ke-2 bek itu tidak ada yang menjaga De Jong Scholes selanjutnya memandang gol itu sebab kekeliruan Lindelof mutlak. Karena dia tidak memperhatikan gerakan musuh serta justru memerhatikan pergerakan bola saja.

“Sisi pertahanan dari gol itu mengagetkan,” hebat Scholes pada BT Sport. “Tentu saja Lindelof untuk bek tengah, dia harus lihat mengarah striker tengah musuh. Bentuk [arah] badannya salah,” kritiknya.

Lindelof Bentrokan dengan Bruno Fernandes

Masih berkaitan gol dari Luuk de Jong. Selesai kecolongan Victor Lindelof selanjutnya terjebak beradu mulut dengan Bruno Fernandes. Kedua-duanya terlihat sama-sama berpendapat dengan panas. Kejadian itu selanjutnya diklarifikasi oleh Fernandes.

“Hal tersebut normal saat Anda kecolongan. Ini bukanlah mengenai saya atau Victor. Apakah yang berlangsung di antara saya dengan Victor ialah suatu hal yang normal,” tutur Fernandes pada BT Sport. “Hal tersebut akan seringkali berlangsung di sepak bola. Kami perlu lihat kekeliruan yang dilaksanakan semua serta melakukan perbaikan,” sambung pemain tengah asal Portugal ini.

Ketidakberhasilan Manchester United menaklukkan Sevilla ini bermakna membuat Victor Lindelof dkk tidak dapat mendapatkan piala benar-benar semasa tiga musim berturut-turut. Ini jadi catatan terjelek team yang sempat dikapten Paul Scholes itu semenjak 31 tahun yang lalu.

(BT Sport)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *