Daiya Seto diberi hukuman oleh Liga Renang Jepang (JASF). Swimmer 26 tahun itu tidak akan tampil di kejuaraan apa saja sampai tahun 2020 selesai.
Bulan kemarin, Seto diketahui berkunjung ke salah satunya love hotel yang berada di Jepang bersama-sama seorang wanita yang bukan istrinya. Hal tersebut memunculkan pro-kontra, karena Seto telah menikah serta mempunyai 2 orang putri.

JASF memandang apakah yang dilaksanakan Seto ialah sebentuk pelanggaran. Seto juga mohon maaf atas tindakannya serta putuskan mundur dari kedudukan kapten Team Renang Olimpiade Jepang.

Tetapi keputusan akhir tentang hukuman Seto baru keluar di bulan ini. Dikabarkan Japan Times di Rabu (14/10/2020), Seto pada akhirnya diskors oleh JASF, tetapi sampai tahun akhir saja.

Dia terus diperkenankan tampil di Olimpiade Tokyo tahun kedepan

Dia berhasil lolos sebagai wakil Jepang sesudah memenangkan 2 medali emas di Kejuaraan Dunia Renang di Gwangju di Juli 2019. Waktu itu, dia meraih kemenangan di nomor 200 mtr. style tukar perseorangan serta 400 mtr. style tukar perseorangan.

Di Asian Games 2018 lalu di Jakarta, Seto jadi jagoan Jepang serta sukses bawa pulang 2 medali emas, yaitu di nomor 200 mtr. style kupu-kupu serta 400 mtr. style tukar perseorangan.

Di Jepang, hukuman untuk olahragawan sebab permasalahan sikap pernah berlangsung awalnya. Pebulutangkis Kento Momota sempat diberi hukuman di 2016 lalu sebab diketahui berkunjung ke kasino ilegal di Tokyo, membuat mangkir di Olimpiade Rio 2016.

Di Asian Games 2018, 4 orang anggota Tim nasional Basket Jepang dipulangkan sebab diketahui terjebak prostitusi malam di Jakarta. Waktu itu, mereka bahkan juga masih menggunakan jaket tim Jepang.