Sisa Timnas Belanda dan Tottenham Hotspur, Rafael van der Vaart, menyambut positif langkah Manchester United hadirkan Donny van de Beek. Sejak musim tempo hari, Van de Beek sempat dihubungkan dengan ganda raksasa La Liga Real Madrid dan Barcelona, tapi setelah itu dia justru geser ke Manchester United sekarang ini.

Menurut Van der Vaart, transfer ini memberi keuntungan kedua pihak terjerat. Van de Beek sudah tampil mempesona dua musim terakhir, sekarang waktunya dia bermain untuk klub yang makin besar. Di sisi lain, ada Manchester United yang membutuhkan gelandang sekelas Van de Beek. “Donny betul-betul lumrah mendapatkan transfer ini. Dia telah bermain mempesona untuk Ajax,” papar Van der Vaart pada NOS melalui Goal.

“Dan Manchester United benar-benar membutuhkan pemain seperti ini dalam tim mereka. Transfer ini baik untuk kami [fans Belanda].” “Sekarang ini kami semua akan memberi suport dia gabung Manchester United. Transfer ini betul-betul lumrah buatnya,” tuturnya.

Info Dalam Waktu Dekat

Kabarnya transfer Van de Beek ini sudah dibungkus MU, hanya menunggu info resmi. Beberapa lalu, pelatih Ajax, Erik ten Hag, mengonfirmasi bila Van de Beek akan sesegera pergi, yang bisa ditunjukkan pada absennya dia pada laga uji coba Ajax satu minggu terakhir.

“Bukti bila Donny tidak bermain cukup memberi tanda-tanda kepindahannya. Kemauan bukan untuk mainkan dia tidak datang dari satu tim saja, kami membuat ketentuan itu bersama,” tutur Ten Hag. “Kesepakatan telah dicapai tentang kesempatan transfer ini, dan waktu kesempatan itu semakin besar, Anda harus juga kerja bersama-sama,” tutupnya.

Sumber: Goal

Barcelona mulai terpojok dalam masalah peluang kepergian Lionel Messi. Beritanya ketetapan Messi telah bundar, yang bermakna harus Barca harus siap-siap melepasnya. Isu kepergian Messi ini menjadi hidangan penting sepak bola dunia dalam seminggu paling akhir. Si kapten diberitakan telah muak dengan perselisihan internal beberapa pejabat Barca yang condong bikin rugi pemain di atas lapangan.

Messi juga percaya dapat mengambil langkah dengan gampang sebab klausul spesial dalam kontraknya, dimana tercatat ia dibolehkan tinggalkan club dengan gratis di tiap akhir musim. Tetapi, faksi Barca bersikukuh klausul itu telah lewat waktu pada Juni 2020 kemarin. Disini berlangsung beda opini di antara ke-2 faksi.

Permasalahan kontrak Messi

Sekarang ini faksi Messi serta faksi Barca dipercaya sedang beradu opini tentang klausul spesial itu.  Memang benar ada klausul yang meluluskan Messi pergi secara gratis akhir musim ini, tetapi klausul itu sudah seharusnya lewat waktu pada Juni 2020 lalu, yang disebut tenggat akhir musim semestinya.

Permasalahannya, musim 2019/20 berjalan tidak biasa, molor sampai bulan Agustus. Karenanya, faksi Messi bersikukuh klausul itu masih berlaku serta dapat diaktifkan. Pembicaraan dua faksi ini kelihatannya akan dipastikan di meja pengadilan, itu juga bila Messi betul-betul pergi secara gratis.

Jual semahal kemungkinan

Klausul itu bukan salah satu langkah untuk memperoleh Messi dari Barcelona. Ada langkah lain, yaitu dengan menjualnya semahal mungkin sampai Barca tidak dapat menampik. Diberitakan Messi juga mempunyai klausul launching sebesar 700 juta euro, yang pasti tidak logis. Angka itu terpasang cuma untuk menyingkirkan tim-tim yang lain kemungkinan minati Messi, sebutlah saja seperti Manchester City saat ini.

Karenanya, langkah paling baik selanjutnya ialah negosiasi langsung dengan Barcelona. Dengan negosiasi ini ke-2 faksi dapat mendapatkan persetujuan logis yang saling memberikan keuntungan. Barca juga tidak punyai beberapa pilihan. Bila memang tidak dapat menjaga Messi, lebih bagus menjualnya semahal kemungkinan dibanding kehilangan dengan gratis.

4,9 triliun rupiah

Perubahan situasi seminggu paling akhir ini dipercaya sudah mengganti sikap Barca. Bila awalannya mereka bersikukuh menampik penawaran apa saja untuk Messi, saat ini kondisinya mulai susah dikendalikan. Mencuplik Mirror, beritanya Barca mulai melunak serta menyongsong negosiasi untuk Messi. Mereka telah bicara dengan Manchester City, yang disebut peminat penting Messi sampai saat ini.

Raksasa Catalan itu menempatkan harga 250 juta euro atau seputar 4,9 triliun rupiah, mengagumkan mahal. Tetapi, Man City ialah satu diantara segelintir club yang dapat merealisasikan pembelian itu serta mengganti posisi Messi jadi pemain paling baik di dunia selanjutnya. Mungkinkah transfer ini terjadi? Bagaimanakah cara Man City menyiasati FFP? Serta pertanyaan yang penting: Dapatkah Messi sukses di luar Barcelona?

Sumber: Mirror

Cuma sedikit ada club yang dapat memuat Lionel Messi pada sekarang ini. Diantaranya ialah club raksasa Prancis, PSG, yang saat ini digenggam oleh perusahaan besar dari Qatar. Semenjak diakusisi oleh Nasser Al-Khelaifi atas nama Qatar Sports Investment, PSG menjelma jadi salah satunya raksasa Eropa. Kemampuan uang membuat mereka dapat mengambil beberapa pemain terkenal tanpa ada pikirkan harga.

Pengakuan yang sangat kuat masalah itu nampak jelas saat mereka mengambil Neymar dari Barcelona. Tidak main-main, PSG mampu menebus klausul pembeliannya sejumlah 222 juta euro di tahun 2017 kemarin.  Di tahun yang serupa, mereka mengambil Kylian Mbappe sejumlah 180 juta euro meskipun dengan pola yang lain, yaitu lewat utang dengan pilihan pembelian. Dua pemain ini saat ini jadi figur yang tidak terpindahkan di club.

Trio Neymar-Mbappe-Messi, Mengundang selera!

PSG sering memakai skema tiga striker, dimana satu slot seringkali berubah-ubah figur. Pada pertandingan final Liga Champions beberapa lalu, trio itu beranggotakan Neymar, Mbappe, serta Angel Di Maria. Trio itu sangat oke. Tetapi kelihatannya PSG belum senang. Al Khelaifi mempunyai mimpi ingin menggabungkan Neymar serta Mbappe dengan Messi untuk trio striker musim depan.

Manajemen club berusaha keras untuk merealisasikan itu. Saat ini, mereka diberitakan sedang membahas langkah bawa Messi ke Parc des Princes tak perlu terjegal peraturan Financial Fair Play (FFP).

Pilihan Langkah Datangkan Messi

Perlu untuk diketahui jika Messi dapat dibawa dari Camp Nou dengan posisi bebas transfer. Seandainya faksi legal pemain berdarah Argentina itu dapat perjuangkan klausul spesial yang pernah ada di kontraknya. Klausul spesial itu memperkenankan Messi tinggalkan Barcelona waktu berumur lebih dari 32 tahun. Permasalahannya, klausul itu kadaluarsa pada bulan Juni tempo hari.

Apabila tidak berhasil, PSG atau siapa saja yang minati Messi dapat mengambilnya dengan menebus klausul pelepasan sejumlah 700 juta euro. Pilihan yang lain ialah menanti sampai kontrak si pemain betul-betul selesai pada musim panas tahun 2021 kelak.

(Marca)

Fans Manchester United sedang berharap-harap kuatir menanti gerakan club kecintaan mereka di bursa transfer. Tidak umumnya, MU kesempatan ini pasif serta ketinggalan dari tim-tim kompetitor. Selama ini MU baru memperoleh Dean Henderson, penjaga gawang pelapis De Gea. Pasti kurang bila dibanding dengan gerakan lawan seperti Chelsea, Manchester City, serta Arsenal yang bertambah agresif.

Lumrah bila fans MU kuatir. Tim Ole Gunnar Solskjaer memang mulai tercipta, tetapi jelas masih memerlukan penambahan pemain teratas untuk berkompetisi di papan atas.

Tidak terpengaruh

Sepintas, ketenangan MU memetik kebimbangan serta pertanyaan, apa kemungkinan Setan Merah dipengaruhi epidemi virus corona ? Laurens percaya tidak. Kemampuan finansial MU mengagumkan besar, gempuran epidemi seperti ini semestinya tidak mengganggu mereka. Tetapi, datangkan pemain teratas ialah kasus yang bertambah susah.

Sebutlah saja negosiasi untuk Jadon Sancho yang macet sebab permasalahan harga. Borussia Dortmund minta 120 juta euro, MU jelas tidak ingin keluarkan sekitar itu, bukan bermakna uangnya tidak ada.

“MU, mereka adalah salah satunya club yang tidak terpengaruh epidemi. Mereka jelas adalah club dengan kemampuan finansial terbesar di panas musim ini, tetapi tidak gampang datangkan pemain seperti Jadon Sancho,” membuka Laurens pada Daily Star.

Akan bergerak

Disamping itu, Laurens menggarisbawahi lagi jika bursa transfer akan berjalan sebulan bertambah. Tidak ada fakta untuk tergesa-gesa, MU harus datangkan pemain yang pas pada harga yang pas. “Sekarang ini juga tidak gampang datangkan bek tengah yang sangatlah baik. Akan datangkan pemain teratas, mereka akan meneken kontrak besar,” lanjut Laurens.

“Mereka masih bernegosiasi serta sejenisnya. Mereka akan datangkan pemain, tak perlu cemas.” “Mereka masih punyai cukup waktu. Saya anggap masih ada satu 1/2 bulan lagi, jadi mereka akan datangkan pemain, cuma tidak gampang,” tutupnya.

Sumber: Daily Star

Pertandingan Liga Champions ialah pertandingan paling elit di Eropa, namun tidak semua pemain hebat dapat mujur memenanginya. Pertandingan ini dikenalkan kali pertamanya di tahun 1955 yang lalu. Waktu itu namanya bukan Champions League tetapi European Champion Clubs’ Cup.

Waktu itu pola pertandingannya tidak sama. Cuma klub yang juara di pertandingan di negaranya yang dapat berperan serta serta mereka memakai skema luruh. Baru di tahun 1992, pertandingan ini beralih nama jadi Champions League alias Liga Champions. Formatnya beralih, memakai skema round robin serta memberikan tambahan jumlah peserta dari beberapa negara spesifik.

Mulai sejak itu terdapat beberapa perubahan dalam pola Liga Champions. Pertandingan ini juga jadi pertandingan yang benar-benar berprestise serta didambakan beberapa pemain. Namun tidak semua pemain dapat memenangkannya tentu saja. Serta termasuk juga beberapa pemain dengan status bintang serta papan atas dunia sekalinya.

Dari beberapa nama itu, terciptalah satu kesebelasan yang ditempati beberapa pemain kelas dunia yang memiliki nasib apes sebab tidak sempat berjodoh dengan Sang Kuping Besar.

Penjaga gawang – Gianluigi Buffon

Kiper legendaris itu habiskan sekian tahun terakhir kalinya dengan putus harapan berupaya memenangi Liga Champions. Gianluigi Buffon sendiri tinggalkan PSG untuk kembali pada Juventus musim panas lalu dengan keinginan dapat memenangi Sang Kuping Besar. Umurnya sekarang semakin bertambah, 42 tahun. Ada peluang Buffon akan akhiri karirnya tidak dapat mendapatkan piala itu. 

Bek Kanan – Lilian Thuram

Lilian Thuram sempat jadi jagoan Juventus. Dia bermain di sana selama lima musim. Dia sempat juga bermain bersama-sama Barcelona. Di Camp Nou dia bertahan dua musim saja. Sayangnya bek legendaris asal Prancis ini tidak mujur di Liga Champions.

Bek Tengah – Laurent Blanc

Laurent Blanc mempunyai karir yang bagus. Dia sempat bela Barcelona, Marseille, Inter Milan, serta Manchester United. Dia juga sempat mendapatkan gelar di Prancis, Spanyol serta Inggris, plus gelar Piala Dunia. Namun dia tidak mujur. Dia benar-benar tidak dapat memenangi pertandingan elit Eropa.

Bek Tengah – Fabio Cannavaro

Dia sempat berkarier di Napoli, Parma, Inter, Juventus, Real Madrid. Dia serta bermain buat Bianconeri 2x. Tetapi dia kembali lagi tanpa ada medali juara Liga Champions. Dia memang sempat memenangi Piala UEFA bersama-sama Parma, Piala Dunia 2006.

Bek Kiri – Gianluca Zambrotta

Salah satunya fullback paling baik dari Italia. Mampu bermain di kiri serta kanan. Dia sempat berkarier tujuh musim di Juventus. Hasilnya? Zonk. Dia sempat juga bermain di Barcelona serta AC Milan. Tetap sama Zonk-nya.

Pemain tengah Tengah – Michael Ballack

Jadi seorang Michael Ballack jelas tidak gampang. Rasakan sakit hati yang dia peroleh demikian besar. Karena dia tidak mujur dengan Bayer Leverkusen, Bayern Munich serta Chelsea. Dia serta kalah di final dengan Leverkusen serta Chelsea pada 2002 serta 2008 semasing dari Real Madrid serta Manchester United.

Pemain tengah Tengah – Lothar Matthaus

Lothar Matthaus ialah legenda besar Sepak bola Jerman. Seorang juara dunia. Dia habiskan keseluruhan 12 musim di Bayern Munchen tanpa ada memenangi hadiah paling besar buat satu club di Eropa. Dia sempat juga habiskan empat tahun bersama-sama Inter Milan, tetapi kemalangan tetap menyertainya.

Pemain tengah Tengah – Pavel Nedved

Legenda sepak bola Ceko. Dia sempat mendapatkan penghargaan Ballon d’Or. Dia sempat menguatkan Juventus semasa delapan musim. Sayangnya dia tidak mujur di Liga Champions. Dia pernah mengantar Juventus ke final di tahun 2003, tetapi waktu itu Bianconeri kalah menantang AC Milan.

Striker – Zlatan Ibrahimovic

Fisiknya untuk pemain sepak bola benar-benar mengagumkan. Dia sempat bela Ajax Amsterdam, Juventus, Inter Milan, AC Milan, Barcelona, PSG, serta Manchester United. Tetapi dia demikian apes serta kelihatannya tidak berjodoh dengan piala Liga Champions. Misalnya saat dia keluar dari Inter, musim selanjutnya club itu juara UCL. Lalu waktu Barcelona juara musim 2010-11, dia sedang dipinjami ke AC Milan.

Striker – Gabriel Batistuta

Tinggal di Fiorentina semasa sembilan musim tidak bagus untuk seorang Gabriel Batistuta untuk memburu piala gelar Liga Champions. Akan tetapi loyalitasnya cukup wajar dapat acungan jempol. Dia memang pernah geser ke AS Roma dan Inter Milan. Namun dia benar-benar belum pernah hampir memenangi Sang Kuping Lebar.

Striker – Ronaldo

Salah satunya striker paling baik yang sempat ada pada riwayat sepak bola. Ronaldo ialah penyerang dambaan semua pelatih di dunia. Dia adalah juara dunia 2x. Dia sempat juga jadi sisi dari Barcelona, inter Milan, AC Milan, serta Real Madrid. Tetapi piala Liga Champions jelas bukan jodohnya.

Bayern Munchen menaklukkan PSG 1-0 di final Liga Champions 2019/20, Senin (24/8/2020). Bayern menjadi juara, serta akan menantang Sevilla di Piala Super Eropa. Gol tunggal pahlawan kemenangan Bayern atas PSG di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, diciptakan oleh Kingsley Coman. Gol itu diciptakan pemain sayap 24 tahun Prancis bekas pemain PSG itu pada menit 59.

Disamping itu, 21 Agustus 2020 lalu, Sevilla terlebih dulu pastikan diri menjadi juara di tempat Liga Europa. Sevilla menang 3-2 di final menantang Inter Milan. Bayern serta Sevilla akan berjumpa di tempat Piala Super Eropa. Khasnya, dua team ini saling mempunyai enam gelar.

Bayern Munchen, 6 Gelar European Cup/Liga Champions

Bayern selama ini sudah 6x memenangkan European Cup/Liga Champions. Raksasa Jerman itu menjadi juara pada tahun 1974, 1975, 1976, 2001, 2013, serta 2020. Bayern sekarang sejajar dengan Liverpool, untuk club dengan pencapaian gelar paling banyak ke-3 di pertandingan. Mereka cuma kalah dari Real Madrid (13) serta AC Milan (7).

Sevilla, Rajanya UEFA Cup/Liga Europa

Sevilla harus disadari adalah rajanya UEFA Cup/Liga Europa. 6x masuk final pertandingan ini, tidak pernah club elite Spanyol itu menjadi runner-up, tetap keluar untuk juara.

Sevilla menjadi juara pada tahun 2006, 2007, 2014, 2015, 2016, serta 2020. Sevilla tertera untuk pemegang rekor titel juara paling banyak di pertandingan ini. Mereka unggul atas Inter Milan, Liverpool, Juventus, serta Atletico Madrid, yang semasing baru 3x juara.

Piala Super Eropa 2020

Piala Super Eropa akan dimainkan pada 24 September 2020. Juara Liga Champions 2019/20, Bayern Munchen, akan menantang juara Liga Europa 2019/20, Sevilla.

Tanding mereka akan diadakan di Puskas Ajang, Budapest, Hungaria. Bayern sempat sekali memenangkan tempat ini di tahun 2013. Mereka 3x jadi runner-up pada tahun 1975, 1976, serta 2001.

Disamping itu, Sevilla sekali juara di tahun 2006, dan 4x jadi runner-up pada tahun 2007, 2014, 2015, serta 2016. Siapakah yang akan meningkatkan koleksi titelnya kelak, Bayern Munchen atau Sevilla?

Kingsley Coman bisa jadi penentu kemenangan Bayern Munchen atas PSG di final Liga Champions 2019/20, Senin dini hari. Tetapi, ada peranan Thiago Alcantara dengan umpan sempurnanya yang jangan diacuhkan. Tanding final kesempatan ini berjalan alot, seperti tatap muka dua team kuat. Bayern serta PSG saling memperoleh kesempatan, saling kuat, tetapi selanjutnya gol satu-satunya Coman cukup jadi pembeda.

Gol Coman terbentuk diawali dengan pola serbuan balik. Joshua Kimmich memperoleh ruangan kosong di muka kotak penalti, melepas umpan chip ke tiang jauh, yang selanjutnya disundul Coman untuk mengalahkan Navas.

Performa Thiago

Thiago tidak cetak gol, tetapi jelas ia ialah pemain penting Bayern di atas lapangan. Thiago lakukan segala hal, umpan, merampas bola, tekel, intercept, serta pasti membuat kesempatan. Di set pertama, Thiago ialah pemain pertama yang dicari Bayern waktu mulai membuat gempuran. Pemain tengah Spanyol ini menjemput bola dari penjaga gawang serta bek tengah Bayern, selanjutnya mengalirkannya ke depan.

Peranan ini memaksa kan Thiago bermain bertambah dalam, yang bermakna ia tidak dapat bebas menggempur. Tetapi, sedikit ada perkembangan pada permainan Bayern di set ke-2.

Umpan prima Thiago

Di set ke-2, Thiago memperoleh ruangan gerak bertambah bebas. Ia masih menjemput bola ke belakang, tetapi saat ini Thiago dapat bertambah aktif maju untuk mengawali gempuran.

Perkembangan berikut yang menjadi kunci kemenangan Bayern. Sebelum Kimmich membuat assist untuk gol Coman, ada Thiago yang kirim umpan jauh seputar 32 mtr. yang menyisir menyilang di atas lapangan. Operan silang ini selanjutnya diterima Kimmich, yang mengalirkannya pada Gnabry, kembali pada Kimmich, serta sesudahnya ialah gol indah kemenangan Bayern.

Tanding seru di antara dua team kuat condong dipastikan di baris tengah, serta kesempatan ini Thiago ialah pahlawan kemenangan Bayern.

Sumber: Beberapa sumber

Hans-Dieter Flick, alias Hansi Flick, ialah figur brilian dibalik keberhasilan Bayern Munchen membungkus treble winners musim 2019/20 ini. Keberhasilan ini termasuk mengagetkan untuk ukuran pelatih baru. Senin (24/8/2020) pagi hari WIB, Bayern tundukkan PSG dengan score tipis 1-0 untuk memenangkan Liga Champions 2019/20. Partai final berjalan ketat, dua team imbang, tetapi gol satu-satunya Kingsley Coman cukup jadi pembeda.

Kemenangan Bayern ini termasuk istimewa. Karena awalnya mereka sudah memenangkan Bundesliga serta DFB Pokal, piala Liga Champions menyempurnakannya jadi treble winners. Tidak itu saja, kemenangan Bayern ini juga berasa semakin lebih istimewa buat si pelatih, Hansi Flick.

Proses Flick

Nama Hansi Flick awalnya tidak ada. Bayern mengawali musim 2019/20 bersama-sama Niko Kovac, yang rupanya berjalan jelek pada beberapa waktu awal. Kovac juga dikeluarkan, serta asistennya naik jadi pelatih interim, yaitu Hansi Flick.

Pelatih 55 tahun ini baru mulai kerja pada 3 November 2019. Waktu itu Flick dibebani pekerjaan membereskan permasalahan Bayern serta kembalikan mereka ke jalan juara, tidak ada yang menyangka Flick sebaik itu.

Walau demkian, perlahan mutunya dapat dibuktikan. Flick dipilih menjadi pelatih permanen pada 3 April 2020. Bayern terus berubah, sayangnya, berhenti epidemi virus corona.

10 bulan, 3 piala

Selanjutnya, sepak bola diteruskan lagi, serta Flick sukses membimbing Bayern menjadi juara Bundesliga pada 27 Juni 2020, piala pertama.

Kejaaiban Flick tidak stop disana. Beberapa minggu sesudahnya, ia menuntun Bayern memenangkan DFB-Pokal dengan menaklukkan Bayer Leverkusen 4-2.

Dua piala telah dicapai, lalu pada Agustus 2020 ini, Bayern mengawali misi mereka di Liga Champions. Sekarang, sesudah perjuangan beberapa minggu paling akhir, Bayern pada akhirnya sukses menjadi juara serta menyempurnakan musim mereka.

Flick yang click

Untuk ukuran pelatih baru, treble winners dalam 10 bulan jelas catatan impresif. Flick menuntun Bayern melalui 36 laga serta sukses mendapatkan 3 piala, atau rerata satu piala per 12 pertandingan.

Nama Flick jelas akan terus dinyanyikan fans Bayern sekian tahun ke depan. Awalnya tidak ada yang mengetahui siapa ia, saat ini ia ialah peraih treble winners.

Kekuatan Flick juga sebetulnya tak perlu disangsikan. Semenjak 2006 sampai 2014 lalu, ia memegang untuk asisten Joachim Low di Tim nasional Jerman. Ia belajar dari yang paling baik, serta sekarang jadi salah satunya yang paling baik.

Sumber: Beberapa sumber

Striker PSG, Kylian Mbappe memberi pandangannya berkaitan final Liga Champions yang diadakan tanpa ada pemirsa. Mbappe mengaku jika keadaan itu tidak bagus, tetapi dia memandang jalannya final kelak masih berjalan intensif. Pagi hari kelak, Estadio da Luz, Lisbon akan mengadakan satu partai besar. Dua raksasa Eropa, PSG serta Bayern Munchen akan bertanding untuk merebutkan piala Liga Champions.

Tetapi partai final Liga Champions musim ini akan berasa tidak sama. Pasalnya partai besar ini diadakan tanpa ada pemirsa karena pademi COVID-19. Mbappe memandang jika partai final ini tetap berasa istimewa walau tanpa ada kedatangan pemirsa. “Buat saya, laga ini tetap jadi laga paling besar antar club,” papar Mbappe yang diambil Sportsmole.

Mengharap Ada Fans

Mbappe sendiri sayangkan laga final Liga Champions tahun ini diadakan tanpa ada pemirsa.

Dia memandang adanya pemirsa, beberapa pemain dapat jadi termovasi untuk memberi yang bertambah di lapangan.

“Rasa-rasanya memang aneh harus bermain tanpa ada pemirsa. Kami mengharap fans kami dapat tiba ke Stadion, sebab kami ketahui jika mereka tetap akan menyemangati kami.”

Masih Seru

Tetapi Mbappe menegasksan jika tiadanya pemirsa di pertandingan ini tidak kurangi sensasi istimewa partai final ini. Dia yakin pertandingan final ini akan berjalan dengan intensif serta seru walau tanpa ada pemirsa.

“Ini ialah laga Liga Champions, serta anda dapat lihat sendiri tempo laga ini. Laga ini diadakan tanpa ada pemirsa, tetapi saya pikir atmosfer di stadion masih bagus.”

“Anda dapat merasai hal tersebut sebab kesemua orang ingin memenangi pertandingan ini. Pola kompetisi tahun ini unik, tetapi cuma ada satu team yang akan diingat serta juara itu akan tertera dalam riwayat.” katanya.

Pertahanan Bagus

PSG mempunyai modal yang bagus mendekati laga Final Liga Champions kelak.

Les Parisien tertera jadi team dengan pertahanan paling baik di UCL musim ini, dimana mereka cuma kecolongan 5 gol saja musim ini.

(Sportsmole)

Usaha Chelsea serta AC Milan memburu Thiago Silva dapat selesai dengan kekesalan. Sebab Silva tidak tutup kesempatan bertahan di PSG. Silva disebutkan akan cabut dari PSG. Karena kontraknya dengan club Prancis itu usai bersamaan dengan selesainya perjalanan club itu pada musim 2019-20 ini.

Sekarang ini PSG akan jalani satu pertandingan lagi. Mereka akan bertarung menantang Bayern Munchen di final Liga Champions. Kemudian Silva bebas pergi. Bek asal Brasil itu telah dihubungkan dengan klub-klub.

Bertahan di PSG

Thiago Silva rupanya tidak seutuhnya siap pergi dari PSG. Dia sekarang justru buka kesempatan untuk bertahan di club Paris itu.  “Takdir berada di tangan kami. Club berumur 50 tahun serta itu tahun paling akhir kontrak saya,” serunya pada situs sah PSG.

“Saya memberi semuanya yang saya dapat. Bila saya tetap bermain dengan club, kami akan menulisnya serta membuat ketetapan paling baik,” tutur Silva.

Buruan Chelsea serta AC Milan

Awalnya ada info jika dia dicari oleh AC Milan. Rossoneri sendiri adalah bekas club Thiago Silva sebelum gabung PSG.

Ada pula info jika Chelsea tertarik untuk menggunakan jasanya. The Blues disebutkan ingin membawanya ke Stamford Bridge sebab pengalamannya bisa menolong beberapa bek muda di club itu.  Tetapi kecuali Chelsea serta AC Milan, ada pula info jika dia disukai oleh Fiorentina. Serta Thiago Silva disebutkan telah setuju untuk geser ke club itu sesudah pergi dari PSG di akhir bulan ini.

(Sumber : PSG)

Bekas manager Arsenal Arsene Wenger mengaku dia sebetulnya tahu Serge Gnabry akan jadi pemain bintang tetapi dia tidak berhasil cemerlang bersama-sama The Gunners sebab sering luka. Gnabry sekarang ini dengan status untuk salah satunya pemain utama Bayern Munchen. Dia tampil menarik bersama-sama raksasa Bundesliga itu. 

Paling baru, dia jadi pembicaraan selesai tampil bagus saat bawa Bayern menaklukkan Lyon 3-0 di semi-final Liga Champions. Waktu itu Gnabry sukses mengepak 2 gol. Bersinarnya Gnabry bersama-sama Bayern pasti membuat fans Arsenal sedih. Karena The Gunners sudah melepaskan kesempatan untuk dapat memperoleh pemain yang sangatlah baik. Gnabry gabung dengan team akademi Arsenal di tahun 2011. Tetapi dia tidak berhasil memperoleh beberapa waktu bermain di scuad penting The Gunners serta pada akhirnya keluar ke Werder Bremen di tahun 2016.

Pujian Wenger untuk Gnabry

Arsene Wenger ketahui jika Serge Gnabry mempunyai talenta yang mengagumkan semenjak dia masih remaja. Wenger menyebutkan Gnabry ialah pemain yang banyak akal. Dengan cara fisik dia juga bagus. Belum juga dia dapat bermain dengan memakai ke-2 kakinya dengan sama bagusnya.

“Jangan lupakan Gnabry, saya membeli pada umur 15 tahun dari Stuttgart serta dia seringkali luka,” kata Wenger pada beIN Sports.

“Dia kreatif, dia dapat cetak gol, kaki kanan, kaki kiri, kemampuan yang bagus, penetratif yang baik, benar-benar, benar-benar pandai dengan penataan waktu larinya,” terangnya. “Kecondongannya cukup begitu gampang, sama seperti yang sudah saya katakan pada Anda dengan beberapa pemain muda berpotensi ini, tapi dia sudah bertumbuh cepat serta saat ini jadi salah satunya pemain menguasai di Jerman,” pujinya.

Tidak berhasil Karena Cedera

Arsene Wenger juga mengaku jika Serge Gnabry mempunyai hari esok yang cerah. Sayangnya dia tidak dapat tampilkan performnya dengan cara optimal sebab sering dihajar luka. Meskipun begitu Wenger sebetulnya telah coba mempertahankannya di Arsenal. Tetapi sebab jarang-jarang bermain karena lukanya, Gnabry pada akhirnya putuskan untuk geser ke club lain serta ini benar-benar disesalkan wenger.

“Saya sudah meminjamkannya ke West Brom serta dia tidak bermain. Dia kembali lagi, dia luka. Kami kerja benar-benar keras dengannya semasa enam bulan serta dia pergi bersama-sama timnas Jerman, di bawah 21 tahun, serta Bayern membuat persetujuan dengan Werder Bremen.” “Dia ingin tanda tangan kontrak selanjutnya, tidak mau perpanjang kontraknya (dengan Arsenal) serta saya benar-benar susah. Tetapi kami tidak dapat melupakannya sebab saya ketahui dia akan mempunyai karier yang hebat,” ingat Wenger.

“Dia dapat jadi nomor sembilan, nomor 10… Dia pemain yang benar-benar pintar,” pujinya. Saat di Arsenal, Serge Gnabry cuma dimainkan Arsene Wenger sekitar 18 kali di semua tempat pertandingan. Sesaat di Bayern Munchen, dia tampil 87 kali serta mengepak 36 gol plus 23 assist.

(beIN Sports)

Bayern Munchen tampil perkasa saat mengandaskan PSG 3 gol tanpa ada balas dalam partai semi-final Liga Champions 2019/20, Kamis (20/8/2020) pagi hari WIB. Serge Gnabry jadi bintang kemenangan Bayern dengan borong 2 gol pada set pertama, sedang 1 gol yang lain diciptakan oleh Robert Lewandowski diakhir set ke-2.

Karena hasil ini, Bayern Munchen memiliki hak meluncur ke partai final untuk melawan PSG. Pertandingan ini akan diadakan pada Senin (23/8/2020) pagi hari WIB akan datang. Baca kutipan laga Lyon versus Bayern Munchen di bawah ini:

Formasi Pemain

Lyon: Anthony Lopes; Jason Denayer, Marcelo, Marcal (Rayan Cherki 73′); Leo Dubois (Kenny Tete 67′), Maxence Caqueret, Bruno Guimaraes (Thiago Mendes 46′), Houssem Aouar, Maxwel Cornet; Memphis Depay (Moussa Dembele 58′), Karl Toko Ekambi (Jeff Reine-Adelaide 67′).

Bayern Munchen: Manuel Neuer; Joshua Kimmich, Jerome Boateng (Niklas Sule 46′), David Alaba, Alphonso Davies; Thiago (Corentin Tolisso 82′), Leon Goretzka (Benjamin Pavard 82′); Serge Gnabry (Philippe Coutinho 75′), Thomas Muller, Ivan Perisic (Kingsley Coman 63′); Robert Lewandowski.

Owen Hargreaves merekomendasikan Manchester City supaya mengambil Lautaro Martinez. Dia yakini jika penyerang Inter Milan itu benar-benar cocok untuk gantikan Sergio Aguero. Lautaro barusan menolong Inter maju ke final Liga Europa. Dia cetak 2 gol waktu Nerazzurri menang 5-0 atas Shakhtar Donetsk di Dusseldorf Ajang.

Pemain Argentina itu banyak dihubungkan dengan kepindahnya ke Barcelona dalam beberapa waktu terakhi. Dia diberitakan tetap jadi sasaran penting raksasa Catalan pada panas musim ini. Disamping itu, kontrak Aguero di City cuma sisa setahun lagi. Pemain berumur 32 tahun itu diberitakan mempunyai kemauan untuk bermain di negara aslinya lagi.

Membeli Lautaro

City diberitakan sedang cari alternatif periode panjang untuk Aguero. Hargreaves yang disebut bekas pemain City memandang Lautaro benar-benar pas untuk peranan itu.  “Saya ketahui Manchester City sedang cari alternatif Aguero, Martinez ialah orang yang Anda mencari,” kata Hargreaves pada BT Sports.

“Ia punyai segala hal. Dia trampil, finishher yang mematikan. Ia mempunyai segala hal – [dia baru] berumur 22 tahun. “Ia type pemain untuk entahlah itu Barcelona atau Manchester City mereka akan memperoleh pemain yang benar-benar istimewa.”

Akan Segera Pergi

Lautaro beritanya akan menanti setahun lagi untuk geser ke Barcelona. Tetapi, bekas pemain tengah Inter Paul Ince percaya si pemain akan tinggalkan club pada musim ini.

“Saya pikirkan ia akan geser sesudah final,” kata Ince. “Ia membuat gol.”

Barcelona kelihatannya tak perlu repot mengharap bekas pelatihnya, Josep Guardiola, kembali lagi dalam tempo dekat. Karena si agen pastikan jika client-nya akan bertahan di timnya yang saat ini, Manchester City. Belakangan ini, Josep Maria Bartomeu sebagai presiden Barcelona mengkonfirmasikan pemecatan Quique Setien. Serta sesudah ini, mereka akan direpotkan dengan penelusuran figur pelatih baru untuk sekian tahun ke depan.

Beberapa nama disebut untuk calon pelatih club berjulukan Blaugrana itu. Kecuali Ronald Koeman serta Mauricio Pochettino, Guardiola juga dipercaya untuk salah satunya calon terkuatnya. Guardiola punyai riwayat kepelatihan yang lumayan panjang bersama-sama Barcelona. Di club itu, dia mengenalkan taktik tiki-taka yang mengganti muka permainan sepak bola dunia untuk kali pertamanya.

100 % Bertahan di City

Sampai sekarang ini, Guardiola masih mempunyai kontrak yang berlaku sampai tahun 2021 akan datang. Tetapi ada sangkaan jika pria asal Spanyol itu akan tinggalkan the Citizens bertambah cepat dari prediksi. Isu ini ada sesudah Manchester City tersisih dari panggung Liga Champions musim ini. Raheem Sterling dkk dengan cara mengagetkan kalah dari team kuda hitam asal Prancis, Olympique Lyon.

Tidak main-main, the Citizens kalah dengan score 1-3. Cuma berlalu beberapa waktu sesudah mereka menaklukkan calon juara yang lain, Real Madrid, pada set 16 besar. Dari situlah, isu yang mengatakan jika Guardiola akan didepakManchester City. Tetapi si agen, Josep Maria Orobitg, menolak rumor itu. “Pep akan bertahan di City 100 %,” katanya pada Goal International.

Koeman Calon Terkuat

Barcelona juga harus mengubah perhatiannya pada sasaran lain, dalam ini Pochettino serta Koeman. Kehadiran Pochettino sendiri kelihatannya tidak mungkin terjadi mengingat riwayat panjangya di Espanyol. Ya, Pochettino sempat memegang untuk pelatih Espanyol sebelum menggarap club raksasa Inggris, Tottenham. Serta harus diingat jika kecuali Real Madrid, Espanyol ialah lawan bebuyutan dari Barcelona.

Kehadiran Koeman masih mungkin berlangsung. Meskipun pria berusia 57 tahun itu sempat mengungkapkan kemauan melatih Tim nasional Belanda sampai Euro 2020 usai. Tetapi, tempat tersebut dipending sampai 2021 sebab Covid-19. Belakangan ini, Koeman nampak ada di sekitar lapangan terbang Barcelona sama seperti yang disampaikan oleh Marca. Ini membuat sangkaan jika Koeman bisa menjadi figur alternatif Setien makin kuat.

(Goal International)

Teka-teki tentang siapakah pembelian pertama Manchester United mulai tersingkap. Setan Merah diklaim akan selekasnya amankan layanan pemain sayap muda, Filip Stevanovic dari Partizan Belgrade. Manchester United dikabarkan akan berbelanja beberapa pemain di panas musim ini. Ole Gunnar Solskjaer merencanakan untuk menguatkan teamnya supaya jadi lawan gelar pada musim depan.

Sekarang ini MU seringkali dirumorkan tengah dekati Jadon Sancho. Pemain sayap Borussia Dortmund itu telah dirumorkan hampir tiga bulan paling akhir jadi sasaran penting transfer Setan Merah. Tetapi Sancho dinyatakan bukan jadi penerimaan pertama Manchester United. Buta Sport mengakui jika pemain namanya Filip Stevanovic yang bisa menjadi perekrutan pertama MU.

Muda serta Berpotensi

Manchester United tertarik mengambil Stefanovic sesudah lihat performanya bersama-sama Partizan Belgrade.

Si pemain sayap 2x tampil bersama-sama team Serbia itu hadapi MU di Liga Europa. Serta si pemain sayap memperlihatkan permainan yang benar-benar bagus.

MU makin tertarik untuk mengambilnya sesudah dia membuat keseluruhan sembilan gol serta tiga assist dari 35 performa di Liga Serbia musim ini.

Raih Persetujuan

Selanjutnya, MU dikabarkan telah capai kata setuju untuk mengambil Stefanovic dari Partizan Belgrade.

Si pemain sayap akan ditebus dengan bayaran sebesar 12 juta Euro. Dia akan diikat dengan kontrak periode panjang bersama-sama Setan Merah.

Tetapi MU disebutkan tidak langsung memakai layanan Stefanovic, sebab dia akan dipinjami semasa satu musim di Serbia sebelum bela United.

Dilakukan konfirmasi Partizan

Isu ini kelihatannya bukan hanya isu, sebab Presiden Partizan Belgrade membetulkan hal itu.

“Ya proses negosiasi ini [antara MU serta Partizan] tengah berjalan,” katanya singkat.

(Buta Sport)

Masa keemasan Barcelona kelihatannya telah usai. Sesudah tidak berhasil keseluruhan di panggung domestik, team berjuluk Blaugrana itu pun tidak dapat banyak berbuat di panggung Eropa.

Barcelona harus mengikhlaskan gelar La Liga 2019/2020 sesudah mencapainya 2x beruntun. Piala juara Blaugrana dirampas Real Madrid.

Perjalanan di La Liga usai, Barcelona dapat konsentrasi untuk akhiri puasa gelar Liga Champions dalam lima tahun paling akhir. Hadapi Bayern Munchen pada set perempat final, Blaugrana dinaungi rasa keyakinan diri yang tinggi.

Tetapi, Barcelona seakan lupa dengan kemampuan Munchen. Armada Hansi Flick ialah pemegang rekor Bundesliga dengan catatan delapan gelar dengan cara berturut-turut.

Bila Barcelona masih ingat, Munchen ialah team yang menghabisi Blaugrana 7-0 dengan cara agregat pada set semi-final Liga Champions 2012/2013.

Mengenaskan

Mimpi jelek buat Barcelona sudah diawali semenjak menit ke-4. Thomas Muller buka keran gol buat Munchen sebelum David Alaba cetak gol bunuh diri tiga menit berlalu.

Dalam periode waktu sepuluh menit, Munchen sukses menggulirkan 3 gol ke gawang Barcelona semasing lewat Ivan Perisic di menit ke-21, Serge Gnabry (27′), serta Muller (31′).

Score menonjol 4-1 buat Munchen akhiri set pertama.

Harapan Barcelona untuk memburu ketinggalan pernah tumbuh ketika Luis Suarez cetak gol di menit ke-57. Tetapi, enam menit selanjutnya, Joshua Kimmich mengantarkan Munchen menjauh jadi 5-2.

Delapan menit paling akhir waktu normal jadi bencana buat Barcelona. Blaugrana kecolongan 3 gol, dengan dua salah satunya dibuat oleh Philippe Coutinho, pemain yang dipinjami ke Munchen.

Nafas beberapa pemain Barcelona sudah habis saat Robert Lewandowski rayakan gol yang dibuatnya di menit ke-82, diikuti oleh brace Coutinho (85′) serta (89′).

Kekalahan 2-8 dari Munchen jadi kekalahan paling besar ke-3 selama riwayat Barcelona.

Mulai Menua

Tim yang mulai menua diduga jadi biang keladi kemerosotan Barcelona pada musim ini. Maklum, Blaugrana terlatih dengan perolehan gelar di tiap musimnya.

Tertera, ada delapan pemain yang berumur di atas 30 tahun. Termasuk juga Lionel Messi, yang sudah berusia 33 tahun.

Enam dari delapan pemain itu terpasang untuk starter oleh pelatih Quique Setien untuk melayani perlawanan Munchen. Dengan empat salah satunya berumur 33 tahun.

Situasi ini jelas menunjukkan tim Barcelona sudah berusia. Bila tidak mau terjerat dalam masa kegelapan, Blaugrana harus secepat-cepatnya meremajakan beberapa pemainnya.

Masa keemasan Barcelona yang sudah dibuat semenjak Lionel Messi bermain pada 2004, selekasnya usai.

 

8 Pemain Barcelona di Atas 30 Tahun

  • Gerard Pique (33 Tahun)
  • Arturo Vidal (33 Tahun)
  • Lionel Messi (33 Tahun)
  • Luis Suarez (33 Tahun)
  • Sergio Busquets (32 Tahun)
  • Ivan Rakitic (32 Tahun)
  • Neto (31 Tahun)
  • Jordi Alba (31 Tahun)

Gagasan Arsenal untuk amankan layanan Thomas Partey menjumpai masalah baru. Si pemain tengah dikabarkan jadi sasaran transfer Juventus di panas musim ini.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta diketahui ingin datangkan pemain tengah baru di panas musim ini. Dia perlu pemain yang dapat mengaplikasikan strateginya di baris tengah The Gunners sesudah gelandang-gelandang Arsenal masih kurang bagus menyelesaikan strateginya.

Pilihan penting Arsenal di panas musim ini ialah Thomas Partey. Pemain tengah punya Ateltico Madrid itu dikabarkan jadi incaran penting Arteta.

Tetapi Calciomercato mengakui jika Arsenal mempunyai potensi tidak berhasil mengambil Partey. Pasalnya si pemain tengah diharapkan oleh Juventus.

Keinginan Pirlo

Berdasar laporan itu, Pelatih baru Juventus, Andrea Pirlo ialah figur yang minta Partey dihadirkan ke Juventus.

Pirlo diberitakan benar-benar menyenangi style bermain Partey. Dia memandang pemain tengah Juventus sekarang ini tidak ada yang mempunyai karakter seperti ia.

Jadi dia berasa jika Partey dapat memberi andil yang besar untuk baris tengah Juventus musim depan.

Coba Tukar Tambah

Berdasar laporan itu, Juventus akan berusaha untuk lakukan ganti lebih dengan Atletico Madrid.

Mereka dikabarkan akan tawarkan dua pemain mereka ke Atletico Madrid. Mereka ialah Federico Bernardeschi dan Douglas Costa.

Juventus mengharap supaya ke-2 pemain ini cukup menjadi alat ganti transfer Partey.

Mahar Transfer

Menurut isu yang tersebar, Atletico Madrid semakin menyenangi transfer kontan untuk Partey.

Mereka membanderol harga 50 juta Euro untuk pemain dari Ghana itu.