Tim nasional basket Indonesia diklaim sudah maju ke kwalifikasi Piala Asia 2021. Beberapa laga kwalifikasi cuman sisi dari eksperimen Andakara Prastawa dkk saat sebelum turun di pertandingan sebenarnya.
Info kelolosan itu tercatat dalam situs FIBA. Disebut jika selaku tuan-rumah Piala Asia FIBA 2021, Indonesia sekarang bisa lolos selaku satu dari 16 team yang akan berlaga di gelaran itu.

Mereka tergabung dengan Lebanon dan Bahrain selaku team yang sudah amankan tempat mereka dalam persaingan itu. Saat diverifikasi ke manager Tim nasional basket Indonesia, Fareza Tamrella, tidak menangkis berita itu.

“Jadi semenjak diputuskan jadi tuan-rumah, kami tetap harus jalankan kwalifikasi. Benar-benar pastinya bisa lolos bersama Bahrain dan Lebanon. Tetapi untuk Indonesia, kami lakukan seperti kwalifikasi,” kata Fareza ke pewarta, Sabtu (19/12/2020).

Baca juga : Cedera Doncic Lambat Sebab Tidak Dalam Keadaan Terbaik

“Jika (kami masuk) rangking satu atau dua (kwalifikasi) kami tidak turut playoff. Tapi jika rangking tiga kami tapi turut playoff. Walau juga amit-amit rangking empat, ya masih masuk, tak perlu turut playoff,” ia menerangkan.

Walau sudah pastikan bisa lolos, Mocha, begitu Fareza Tamrella akrab dipanggil, menjelaskan kwalifikasi ini masih penting selaku eksperimen teamnya saat sebelum tampil pada laga sebenarnya.

Status Tim nasional Basket Indonesia sekarang ini ada di rangking tiga klasemen Group A bersama Filipina, Korea Selatan, dan Thailand. Dari 3 pertandingan yang mereka mainkan, tim Rajko Toroman baru kantongi satu kemenangan dan dua kekalahan.

“Sesungguhnya ini jadi gelaran eksperimen untuk penyiapan menuju FIBA Asia. Dalam delapan bulan ini kami penyiapan maksimal lah. Apa saja yang berlangsung kami telah bisa lolos, tetapi tidak rileks juga. Ya, laga internasional ini kami coba lah seberapa jauh (dapat bersaing),” ia memperjelas.

Baca juga : Strateginya Ditanyakan Pemain Barca, Koeman Menjawab

 

 

Dalam dua pertandingan eksibisi pramusim NBA 2020-2021, Dallas Mavericks unggul 2-0 atas Milwaukee Bucks. Tetapi yang jadi perhatian bukan kemenangan team, tetapi performa Cedera Doncic. Bintang Mavericks itu tampil sedikit lambat dari musim kemarin. Walaupun demikian Doncic masih sanggup cetak 27 point, di game ke-2 hari Senin, 14 Desember waktu Amerika Serikat. Sesudah pertandingan Doncic akui jika dianya benar-benar tidak ada pada keadaan terbaik.

Situs twitter di ramaikan oleh tanggapan mengenai performa baru Doncic. Dianya nampak lebih gendut dari musim kemarin. Pergerakannya sedikit lambat. Tetapi shooting Doncic masih tajam, seperti umumnya. Di game pertama pramusim Mavericks menantang Bucks, Doncic menyumbangkan 13 point, waktu Mavs menang 112-102. Selanjutnya di laga ke-2 , Doncic cetak 27 point, delapan rebound, dan empat asis dalam 29 menit. Mavericks menang 128-112 atas Bucks. Di game ini, Doncic cetak 15 point dari keseluruhan 27 point di kuarter ke-3 . Namun saja warganet tidak mencintai performa anyarnya.

“Beberapa orang mengulas saya di twitter,” kata Doncic sambil ketawa, dalam wawancara habis pertandingan ke-2 . “Tetapi, benar-benar betul, saya tidak pada keadaan terbaik. Tetapi saya tentu dapat tampil prima pada waktunya kelak.”

Baca juga : Strateginya Ditanyakan Pemain Barca, Koeman Menjawab

Brad Townsend dari Dallas Morning News mencuplik salah satunya pengakuan penting dari bintang dari Slovenia itu

Doncic mengaku jika dianya tidak pernah bisa saja pria berotot. Jadi salah jika beberapa orang menanyakan badannya yang sedikit gendut.

Bicara masalah performa rileks dari Doncic, rupanya ada hubungan dengan kehadiran pemain baru di teamnya, yakni Josh Richardson dan Team Hardaway Jr.. Richardson baik sekali saat bekerja selaku pemain bertahan. Tetapi waktu menyerbu, Richardson nampak tenteram bermain bersama Doncic. Di game ke-2 , ia cetak 23 point, tujuh rebound, dan dua asis sepanjang 29 menit di atas lapangan. Sesaat Hardaway tampil jadi pengontrol irama permainan. Itu yang diharapkan pelatih kepala Rick Carlisle.

“Sesudah babak pertama habis, pelatih berbicara ke saya untuk mengendalikan irama saja,” kata Hardaway, seperti diambil dari dallasnews.com.

Dari 2 game ini, Carlisle bisa membaca jika teamnya dapat berkompetisi untuk memperoleh titel juara musim depan. Richardson dan Hardaway dapat memberikan dukungan performa Doncic. Carlisle menjelaskan jika telah tidak akan rindukan Seth Curry, yang sekarang bela Philadephia 76ers.

“Richardson bermain bagus di ke-2 game pramusim,” kata Carlisle. “Saya senang triknya tembak. Saya senang triknya pahami sistem kami. Dan, yang lebih penting, ia dan Cedera (Doncic) betul-betul bersatu. Josh ialah seorang pemain bertahan yang luar biasa. Kemungkinan ia diketahui selaku pemain bertahan, tetapi secara ofensif ia bagus.”

Perbincangan berkenaan Doncic tidak stop sampai di sana

Belakangan ini, ESPN membuat survey rahasia mengenai calon MVP musim depan. Survey itu dikerjakan oleh delapan pejabat club NBA. Hasilnya, empat pejabat club pilih Cedera Doncic selaku calon MVP paling kuat. Dua yang lain pilih Nikola Jokic, dan dua pejabat club paling akhir semasing pilih Damian Lillard dan Giannis Antetokounmpo.

Menurut ESPN, alasan pilih cedera Doncic sebab lompatan yang mengagumkan di dua musim pertama kalinya. Doncic langsung jadi Rookie of the Year pada musim 2018-2019. Selanjutnya pada musim 2019-2020, ia masuk selaku kontestan Most Improved Players. Jadi kemungkinan Doncic bisa saja calon Most Valuable Player pada musim ke-3 nya, atau pada musim 2020-2021 kelak.

Baca juga : Agenda Liga Jerman Minggu Ini: Bayern Dites Team Status Ke enam

Kepala Pelatih Brooklyn Nets yang baru, Steve Nash, ialah seorang legenda NBA atau bahkan juga basket dunia. Selain dipercaya banya pihak, masuknya Nash ke Naismith Basketball Hall of Fame juga kukuhkan dianya selaku seorang legenda. Kekuatannya selaku seorang garda penting team dengan ketangkasan memberikan umpan di atas rerata adalah ketrampilan yang terus dikenang banyak fans.

Masa keemasan Nash berlangsung waktu dia bela Phoenix Suns. Walau tidak pernah sukses bawa Suns meraih titel juara atau bahkan juga masuk final NBA, perjalanan Nash serta Suns di bawah bimbingan Mike D’Antoni adalah satu diantara team sangat menarik untuk dilihat dalam riwayat NBA. Karakter bermain cepat dengan eksekusi tidak sampai 7 detik (Seven Seconds or Less) membuat Suns lagi ditunggu beberapa fans.

Juga begitu, saat sebelum jalani musim luar biasa dengan Suns serta meraih 2 gelar MVP berturut, Nash sempat mempunyai periode jaya dengan Dallas Mavericks. Nash perkuat Mavericks dalam periode 1998 – 2004. Pernah tidak lolos ke playoff di 3 musim pertama kali, Nash serta Mavericks membalik kondisi dengan terus maju ke playoff di 3 musim seterusnya. Perstasi terbaik mereka ialah maju ke final Daerah Barat 2003. Selain itu, Mavericks terlihat menakutkan dengan duet Nash serta Dirk Nowitzki.

Sayang, kebersama-samaan 2 legenda ini usai dengan tidak membahagiakan

Diakhir musim 2003 – 2004, Nash jadi restricted free agent. Di umurnya yang telah mencapai 30 tahun, Nash mengharap memperoleh kontrak periode panjang dengan Mavericks. Sayang, pemilik Mavericks, Mark Cuban, cuman tawarkan kontrak 4 tahun sebesar AS$9 juta. Kontrak itu jauh lebih kecil dari yang dijajakan Suns dengan nilai AS$63 juta sepanjang 6 musim.

Juga begitu, saat sebelum jalani musim luar biasa dengan Suns serta meraih 2 gelar MVP berturut, Nash sempat mempunyai periode jaya dengan Dallas Mavericks. Nash perkuat Mavericks dalam periode 1998 – 2004. Pernah tidak lolos ke playoff di 3 musim pertama kali, Nash serta Mavericks membalik kondisi dengan terus maju ke playoff di 3 musim seterusnya. Perstasi terbaik mereka ialah maju ke final Daerah Barat 2003. Selain itu, Mavericks terlihat menakutkan dengan duet Nash serta Dirk Nowitzki.

Sayang, kebersama-samaan 2 legenda ini usai dengan tidak membahagiakan. Diakhir musim 2003 – 2004, Nash jadi restricted free agent. Di umurnya yang telah mencapai 30 tahun, Nash mengharap memperoleh kontrak periode panjang dengan Mavericks. Sayang, pemilik Mavericks, Mark Cuban, cuman tawarkan kontrak 4 tahun sebesar AS$9 juta. Kontrak itu jauh lebih kecil dari yang dijajakan Suns dengan nilai AS$63 juta sepanjang 6 musim.

Berjalan 16 tahun berlalu, Cuban bercerita kembali lagi keadaan saat itu

Ke siniar “The Rematch”, Cuban mengaku ketetapannya hadapi Nash saat itu ialah satu kekeliruan serta hal tersebut juga membuat hubungan serta Nash cukup merenggang.

“Biarkan Nash pergi ialah kekeliruan paling besar dalam profesi saya. Tidak ada yang menyeimbangi kekeliruan itu, itu ialah kekeliruan paling besar,” membuka Cuban. “Ia alami luka satu tahun awalnya serta menit bermainnya juga menyusut. Dokter team kami ngomong jika ini bisa menjadi permasalahan yang akan datang. Juga demikian dengan Don Nelson (Kepala Pelatih Mavericks saat itu) berbicara begitu. Jadi saya memutus memberikan penawaran itu serta Suns menaklukkannya dengan gampang,” sambungnya.

“Saya tidak dapat lupa Nash mengontak saya serta ngomong jika Suns menawarinya kontrak lebih besar dari Mike Bibby serta Bibby barusan memperoleh kontrak yang besar. Saya menyesali hari itu sampai saat ini. Sy masih mengidentifikasi hari itu di kalender dengan tulisan, “Nash: Mike Bibby Money.” Peristiwa itu membuat Nash membenci saya sepanjang sekian tahun tetapi saat ini kami telah baik saja,” ujarnya.

Komparasi yang dilaksanakan Nash dengan Bibby ialah hal yang lumrah

Ke-2 nya mempunyai style bermain sama serta sedang dalam periode jayanya. Bibby sendiri memperoleh kontrak 7 tahun dengan nilai AS$81 juta.

Nash nampaknya bawa “sakit hati” saat itu secara baik. Musim pertama kalinya bersama Suns, dia langsung pimpin team meraih 62 kemenangan serta meraih gelar MVP pertama kalinya. Sesudahnya, walau tidak pernah meraih titel juara, Nash jalani profesi yang paling mengagumkan. Bagaimana andaikan Nash serta Nowitzki lagi bermain bersama ya?

 

Los Angeles Lakers berkesempatan mendapatkan titel juara ke-17 sepanjang riwayat mereka keesokan hari, Sabtu, 10 Oktober 2020, waktu Indonesia. Dengan status unggul (3-1) dari Miami Heat, Lakers cuman perlu 1 kemenangan untuk pastikan titel juara itu. Lakers dinyatakan akan memakai jersei “Mamba” memiliki warna hitam yang waktu playoff ini membuat Lakers tidak pernah kalah di playoff waktu dipakai.

Kecuali gelar ke-17 yang membuat Lakers akan menyamakan pencapain Boston Celtics, titel juara NBA 2020 akan tempatkan Lakers di buku riwayat untuk team pertama atau salah satu yang sukses mendapatkan juara dalam pola “gelembung” NBA. Titel juara pertama yang tidak memperoleh perayaan dengan kedatangan pemirsa di atas lapangan.

Titel juara NBA sama dengan perayaan besar atau parade ditengah-tengah kota

Atas kesempatan ini, faksi Los Angeles berupaya sebaik-baiknya untuk jaga peluang ada perayaan besar di kota mereka. Lewat account twitter sah Staples Center, kandang dari Lakers, sampaikan ditiadakannya acara pesta atau parade sejenisnya seandainya Lakers juara kelak.

“Staples Center serta L.A. Live tidak menyiarkan laga final game 5 atau semua peluang serangkaian perayaan kemenangan di semua monitor digital yang kami punya. Akses orang berjalan kaki serta kendaraan naik motor akan dibatas. Semua fans Lakers diinginkan dapat lihat serta rayakan kemenangan di dalam rumah semasing.”

Keyakinan diri dari Lakers serta kota Los Angeles memang pantas disadari lumayan tinggi tetapi boleh-boleh saja. Juga begitu, riwayat mengatakan ada 4 team yang sukses comeback dari ketinggalan (3-1) di final serta kembali jadi juara. Musim ini sendiri, di playoff, comeback dari ketinggalan (3-1) telah dilaksanakan di 2 seri berturut-turut oleh Denver Nuggets.

Di lain sisi, negara sisi California masih tetap memiliki masalah dengan masalah penebaran virus korona. Per ini hari, masihlah ada 847.000 masalah yang posisinya masih aktif positif. Mengingat telah 1 dasawarsa Lakers tidak merangkul titel juara, kekuatan semangat tinggi beberapa fans untuk lakukan perayaan besar jelas tinggi sekali serta cara penjagaan yang dilaksanakan Lakers dan kota Los Angeles pantas dihargai.

Presiden Atletico Madrid Enrique Cerezo sudah menampik penawaran sejumlah Rp 1,4 triliun dari Manchester City untuk Jose Gimenez. Dia tidak punya niat jual Gimenez.
City sampai sekarang terus berusaha datangkan bek tengah anyar untuk menguatkan baris pertahanan mereka. The Citizens sebetulnya telah datangkan Nathan Ake dari Bournemouth. Tetapi, Pep Guardiola nampaknya belum senang dengan kedalaman skuadnya.

Satu nama yang pernah muncul jadi sasaran penting mereka ialah Gimenez. Bek asal Uruguay ini jadi pilar penting kukuhnya baris pertahanan Atletico dalam beberapa musim paling akhir.

City serta sudah mempersiapkan dana 85 juta euro (Rp 1,4 triliun rupiah) untuk bek berumur 25 tahun ini. Tetapi, kemauan City itu harus sirna.

Atletico tidak tertarik dengan uang besar yang diberikan oleh Team Manchester Biru. Hal itu diutarakan oleh Presiden Atletico, Enrico Cerezo. Dia memperjelas tidak punya niat untuk jual Jose Gimenez.

City sekarang diberitakan mengubah buruan ke bek Napoli Kalidou Koulibaly serta pilar Sevilla Jules Kounde selesai tidak berhasil memperoleh Gimenez

Mereka sekarang haru berlomba dengan sebab bursa transfer akan ditutup 5 Oktober kedepan

“City tawarkan kami 85 juta euro (78 juta pound), tapi Giménez ialah pemain yang mengagumkan serta kami berkemauan untuk mempertahakannya pemain yang hebat ini dalam team,” tutur Cerezo diambil dari El Transitor.

Jose Gimenez sendiri sekarang ini tengah berusaha pulih selesai dipastikan positif COVID-19. Dia harus lakukan karantina mandiri sampai dipastikan negatif virus Corona. Cerezo yang sempat juga dipastikan terkena COVID-19 mengharap seluruh pihak dapat sama-sama jaga supaya meminimalkan penebaran virus ini.

“Saya tidak mencium serta merasai suatu hal. Saya salah satu dari beberapa orang yang belum pernah menduga saya akan dipastikan positif. Pelukan untuk orang-orang, menjaga diri kamu,” tuturnya.

 

LeBron James akan tidur dengan pulas sesudah unggul 1-0 dari Denver Nunggets di final Daerah Barat, Jumat, 18 September waktu ditempat. Tetapi yang membuat jengkel ialah ada di posisi ke-2 voting MVP NBA 2019-2020. James telah empat musim ada di rangking ke-2.

James sepakat jika juara MVP NBA tahun ini ialah Giannis Antetokounmpo. Bintang Milwaukee Bucks itu jalani tahun yang hebat. James cuma bingung saja, mengapa dari 101 suara tempat pertama, dianya cuma bisa 16 suara saja.

King James telah 4x berturut-turut finish di posisi ke-2 untuk persaingan perebutan gelar MVP. James juga bawa Lakers di posisi pertama klassemen Daerah Barat. Membuat teamnya ke final daerah, serta sedang memburu titel juara NBA musim ini. Itu yang membuat jengkel.

“Tidak membuat saya geram. Tetapi saya cuma jengkel sebab dari 101 suara, saya cuma bisa 16 untuk tempat pertama. Itu yang membuat saya jengkel saat ini,” tuturnya, saat interviu sesudah laga ini hari.

“Sama seperti yang saya sebutkan, saya belum pernah tiba ke liga menjadi MVP. Saya cuma ingin tetap lebih bagus tiap hari. Tapi banyak hal di luar kendali saya, serta beberapa dapat dikontrol.”

James menyorot jika musim ini paling aneh dalam riwayat NBA

Termasuk masalah penghargaan individu. Bertepatan atau mungkin tidak, semenjak musim 2006-2007, tidak ada peraih penghargaan penting yang berada di final pertemuan. Baik itu peraih MVP, Defensive Player of the Year, Most Improved Player, Rookie of the Year, Sixth Man of the Year, serta Coach of the Year. Semua tidak ada yang masuk final pertemuan. Jadi itu kemungkinan jadi fakta bagus buat James untuk sedih.

Tetapi jelas, James sudah pikirkan mengenai pengambilan suara. Terutamanya mengenai persyaratan penghargaan MVP.

“Saya tidak paham. Saya tidak duduk di sini serta bicara mengenai apa persyaratan jadi MVP. Tetap beralih-alih selama waktu,” kata James.

Walau ia tidak memperoleh motivasi penambahan dengan mendapatkan gelar MVP, James masih semangat memburu piala Larry O’Brien ke-4 dalam profesinya. Jika James memperolehnya, serta dapat kembalikan kemasyhuran Lakers yang tersuruk semenjak 2010, karenanya lebih dari sebatas gelar MVP liga.