Surabaya – Beberapa aktor sepak bola Indonesia mulai ketertarikan menyambut gagasan PSSI yang meneruskan pertandingan Liga 1 2020 pada Oktober akan datang. Sikap sama diperlihatkan pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso.

“Ini berita baik serta menyenangkan buat insan sepak bola Indonesia. Mudah-mudahan Oktober kelak epidemi COVID-19 telah hilang dari Indonesia. Hingga pertandingan dapat berjalan normal tanpa ada dihantui kecemasan apa saja,” kata Aji Santoso.

Pelatih dari Kepanjen, Kabupaten Malang, ini juga merencanakan selekasnya melakukan komunikasi serta berunding dengan manajemen Persebaya Surabaya untuk persiapan team.

“Bila PSSI telah keluarkan SK, itu berarti asosiasi telah memperhitungkan segalanya. Saya untuk pelatih Persebaya Surabaya harus juga selekasnya mempersiapkan team. Saya akan mengontak manajemen berkaitan kelanjutan musim 2020 ini,” katanya.

Tentang Renegosiasi Kontrak

Menurut Aji Santoso, ada beberapa hal yang benar-benar penting yang penting diulas, khususnya masalah renegosiasi kontrak pelatih serta pemain. Bila proses pembaharuan kontrak berjalan lancar, automatis persiapan Persebaya Surabaya juga akan lancar.

“Masalah renegosiasi kontrak ini yang dapat jadi masalah persiapan team sebab ini tersangkut pendapatan kami. Saya mengharap manajemen punyai kebijaksanaan yang memberikan keuntungan ke-2 faksi. Hingga Persebaya punyai persiapan masak di pertandingan kelak,” katanya.

Bekas kapten Tim nasional Indonesia akui belum mengontak beberapa pemain sebab ia harus menanti ketetapan dari manajemen.

“Manajemen yang berkuasa untuk tentukan agenda bergabung serta latihan lagi. Tetapi, saya mengharap pengurus pro aktif untuk persiapan pertandingan kelak,” katanya.

Solo – Bermacam respon memberi warna gagasan PSSI yang akan kembali lagi meneruskan pertandingan musim 2020. PSSI sudah putuskan meneruskan Shopee Liga 1 2020 pada September atau Oktober.

Info ini ikut direspons pemain Persela Lamongan, Eky Taufik Febriyanto. Dia menyongsong positif gagasan diteruskannya kesibukan sepak bola Indonesia.

Semasa pertandingan dibatalkan, kapten Persela Lamongan itu semakin banyak habiskan waktu di Kota Solo. Pemain berumur 29 tahun datang dari Kabupaten Sragen, tetapi sesudah jadi menantu Sri Widadi (kakak kandung Kas Hartadi), dianya sekarang bertempat di kota Bengawan.

Sering dianya turut bermain bersama-sama beberapa pesepak bola di Solo, seperti berlatih di atas lapangan Kartopuran, bersama-sama beberapa rekannya. Eki Taufik ikut juga meramaikan pertandingan amal di kabupaten Karanganyar bersama-sama teman-temannya dalam di Diklat Salatiga All Star.

Berjumpa dengan Eki Taufik dalam satu pertandingan amal COVID-19 di atas lapangan Jati, Jaten, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (27/6/2020) tempo hari. Dalam session pembicaraan, si pemain benar-benar menyongsong baik ketetapan PSSI dengan kembali lagi diteruskannya pertandingan.

Berikut cuplikan interviu Eky Taufik sekitar kesibukan dan kemauannya masalah pertandingan yang selekasnya berguling beberapa waktu lagi.

Opini Eki Taufik

Apa aktivitas Anda semasa pertandingan dibatalkan semenjak Maret?

Aktivitas saya banyak di dalam rumah, dan berlatih bersama-sama rekan-rekan. Terus jelas tiga bulan tidak ada kesibukan laga, kurang bagus untuk olahragawan. Jemu rasa-rasanya. Tetapi untuk pemain saya tetap harus berupaya jaga kesehatan, supaya waktu pertandingan berguling, rekonsilasinya tidak lama.

Apa opini Anda sesudah PSSI putuskan meneruskan pertandingan musim 2020?

Saya menyongsong pertandingan dengan senang tentu saja, walau masih menanti kapan penerapan. Tetapi minimal telah ada persetujuan pertandingan lanjut.

Apakah yang Anda kerjakan di waktu menunggu penerapan pertandingan yang selekasnya bersambung?

Untuk pemain kami bersiap saja, serta konsentrasi berlatih. Kami masih tetap menanti instruksi dari manajemen semacam apa kelak, termasuk juga kapan bergabung untuk latihan.

Apa opini Anda tentang kelanjutan Liga 1 peluang akan dipusatkan di Pulau Jawa?

Diprioritaskan di Jawa, dengan cara transportasi dapat dijangkau untuk Persela. Tentu saja kami menyerahkan ketetapan seutuhnya pada PSSI, bagaimana bagusnya. Namun memang implikasi new normal harus dilaksanakan.

PSSI merencanakan memaksimalkan kekuatan pemain U-20 yang harus tampil di Liga 1, bagaimana opini Anda?

Bagus-bagus saja sich ada peraturan pemain muda, tetapi harus juga masih fight di latihan. Saya senang pemain muda yang semangat serta penuh bakat. Saya berharap tiap memperoleh keyakinan dapat menunjuk diri, jangan begitu senang akan dimainkan di laga.

Kelanjutan pertandingan musim 2020 akan tidak ada kemunduran, bagaimana menurut Anda?

Tidak ada kemunduran sebetulnya kurang optimal dalam kompetisi. Tetapi jadi peluang untuk memperlihatkan diri, supaya semakin siap dalam melalui musim selanjutnya.

Jakarta – Manager Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, dibikin pusing dengan kehadiran Paul Pogba serta Bruno Fernandes. Dia jadi kesusahan tentukan skema di baris tengah sebab kekeduanya saling bagus, belum juga ditambah pemain tengah yang lain.

Semula, Bruno Fernandes dihadirkan Manchester United untuk alternatif Paul Pogba yang mangkir panjang sebab luka. Siapa kira, ke-2 pemain malah dapat tampilkan kerja sama yang bagus pada tersisa Premier League 2019-2020.

Solskjaer pribadi cukup optimis gabungan dua pemain ini dapat jadi senjata buat United. “Ya, saya percaya mereka berdua Pogba serta Fernandes dapat bermain bersama-sama,” papar Solskjaer yang diambil Sportsmole.

Solskjaer menyebutkan jika baris tengah MU tidak cuma terpusat pada Fernandes serta Pogba saja. Dia menyebutkan teamnya sekarang mempunyai stock pemain tengah yang sangatlah baik hingga dia coba cari gabungan yang cocok untuk teamnya.

“Mereka berdua telah menunjukkan di session latihan dan laga jika mereka dapat bermain bersama-sama dan itu benar-benar menarik. Kami pasti merotasi pemain, serta akan ada saatnya dimana Paul bermain bersama-sama Bruno, kadang mereka bermain cukup ke tetapi kadang mereka dapat bermain dalam skema berlian,” kata Solskjaer lagi.

“Memang menarik bagaimana Paul Pogba serta Bruno Fernandes bermain bagus, tetapi jangan Manchester United masih mempunyai Nemanja Matic, Scott McTominay, serta Fred yang sangatlah baik serta membuat saya kesusahan tidak untuk mainkan mereka serta keadaan ini sebetulnya bagus buat saya,” tutur Solskjaer memberikan tambahan.

Dapat Semakin Bagus

Solskjaer pribadi yakini jika baris tengah MU sekarang ini belum memperlihatkan muka aslinya. Dia yakin saat Pogba telah bugar 100% karena itu baris tengah MU akan makin beresiko.

“Untuk sekarang ini kami ingin memberi peluang pada Paul supaya dia dapat 100% bugar dan kembali pada perform terbaik.”

“Ia telah mangkir benar-benar lama. Tetapi anda dapat melihat bagaimana permainannya serta itu memperlihatkan berapa besar mutunya untuk seorang pemain.” katanya.

Sumber: Sportsmole

Solo – Bekas kapten Tim nasional Indonesia, Agung Setyabudi, turut memberi komentar tentang gagasan PSSI mengenai peraturan pemain muda dalam kelanjutan Shopee Liga 1 2020. Dia memandang wawasan itu bagus, cuma menurut dia lebih bagus semua pemain Tim nasional Indonesia U-19 dibuat satu team serta bersaing di Liga 3 saja.

Wawasan implikasi peraturan U-20 dihembuskan mengejar terdampaknya sepak bola Indonesia termasuk juga barisan umur karena epidemi virus corona. Ditambah dalam tempo dekat, Tim nasional Indonesia U-19 akan ikuti tempat berprestise.

Ada dua kompetisi prestise, yaitu Piala Asia U-19 tahun ini serta Piala Dunia U-20 tahun kedepan, ditambah lagi Indonesia akan jadi tuan tempat tinggalnya. Menurut Agung Setyabudi, wawasan optimalisasi pemain muda lumayan bagus, cuma kurang pas.

“Sebab Liga 1 beritanya pun tidak ada kemunduran, lebih bagus beberapa pemain muda yang terhimpun di Tim nasional U-19 dibuat satu team serta tampil dengan team-team di Liga 3,” katanya pada Bola.com, Jumat (26/6/2020).

Agung memiliki pendapat jika arah sebetulnya bagus sebab pemain dapat jam tebang. Tetapi efeknya pemain dapat jadi bulan-bulanan pemain senior di Liga 1.

“Kasihan mentalnya kelak. Seperti dahulu saya waktu telah jadi pemain senior, pemain muda yang menjadi musuh harus dihajar. Doktrinnya semacam itu, sebab jika menang tidak membesarkan hati apabila kalah malu,” papar bekas punggawa PSIS Semarang memberi komentar wawasan implikasi peraturan U-20 di Liga 1.

Puji Mode Kepelatihan Shin Tae-yong

ย Pria yang sudah mencatat 53 performa di Tim nasional Indonesia itu ikut beri pujian ketatnya konsumsi makanan beberapa olahragawan. Sama seperti yang diaplikasikan Shin Tae-yong, termasuk juga harus tahu pemainnya konsumsi makanan apa sejauh ini.

Agung menceritakan cara itu telah dilaksanakan semenjak dianya masih dengan status pemain di Tim nasional Indonesia. Demikian ketatnya skema makanan membuat pemain sering menyalahinya, walau mempunyai arah yang bagus.

“Makan seperlunya, kemudian sampai hotel makan mie rebus, lha ingin bagaimana lagi, lidahnya tidak pas. Beda budaya dengan kita. Sebetulnya bagus itu, betul-betul diukur. Sesudah makan timbang tubuh, demikian dan sebagainya,” tuturnya.

Semarang – Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, pastikan dua pemain asingnya siap kembali pada Indonesia sesudah pertandingan Liga 1 2020 akan diteruskan. Kedua-duanya ialah Wallace Costa Alves serta Flavio Beck Junior.

Wallace Costa Alves pulang ke negaranya Brasil sesudah pertandingan disetop karena epidemi COVID-19. Sesaat, Flavio Beck ketahan di Kroasia waktu akan kembali pada Semarang.

“Flavio serta Wallace ada di dalam rumah, tetapi kami tetap melakukan komunikasi setiap waktu,” kata Dragan Djukanovic

“Mereka siap kembali lagi, mereka cuma menanti manajemen untuk menghubungi,” tambah pelatih dari Serbia itu.

Sesaat, dua pemain asing PSIS Semarang yang lain yaitu Bruno Silva serta Jonathan Cantillana sejauh ini masih ada di Semarang. Mereka memang tidak pulang kampung walau pertandingan disetop.

Tidak Ada Permasalahan

Berkaitan situasi empat pemain asing PSIS Semarang, menurut Dragan Djukanovic tidak ada permasalahan. Mereka masih jalani latihan mandiri sesuai perintah team pelatih.

Mereka suka juga pertandingan akan berguling kembali lagi, serta tidak sabar untuk kembali lagi berlatih bersama-sama team.

“Sama seperti yang saya sebutkan awalnya, tanpa ada latihan sepak bola yang serius, karena itu kami akan dari mulai 0,” pungkasnya.

Sumber: Bola.net

Malang – Arema FC mulai bicara masalah tersebarnya agenda pertandingan Shopee Liga 1 2020 yang akan digelontorkan kembali lagi. Club berjuluk Singo Gila ini akui tidak ada permasalahan bila pertandingan diadakan pada medio September atau awal Oktober, seperti info yang tersebar itu.

“Tidak ada permasalahan buat kami,” sebut General Manajer Arema FC, Ruddy Widodo.

“Insyaallah, situasi juga semakin lebih baik pada Oktober daripada pada September,” tambahnya.

Manajemen Arema akui tidak resah pertandingan akan berefek kurang baik bila digelar pada Oktober, bukannya September seperti saran mereka awalnya. Ruddy menyebutkan masih ada cukup waktu buat team-team peserta Liga 1 musim 2020 mengakhiri pertandingan mereka.

“Insyaallah, walau mulai Oktober tetap ada waktu yang cukup. Tidak ada permasalahan kok,” papar Ruddy Widodo.

“Ditambah lagi, kan tidak ada libur puasa serta hari raya. Pertandingan tetap akan berguling,” lanjut GM Arema FC itu.

Pernah tersebar info masalah agenda bergulirnya kembali lagi pertandingan Shopee Liga 1 musim 2020. Menurut info itu, ada dua pilihan yang ada. Pertama, pertandingan akan digelontorkan lagi mulai medio September. Sesaat pilihan yang lain, pertandingan akan diadakan mulai awal Oktober.

Mengadakan Pramusim

Disamping itu, walau tidak mempersoalkan kapan pertandingan akan digelontorkan lagi, manajemen Arema FC mempunyai pendapat buat operator pertandingan. Mereka mengharap bila pertandingan diadakan mulai Oktober, ada tempat pramusim terlebih dahulu.

“Jika memang diadakan pada Oktober, kami merekomendasikan, ada tempat pramusim dahulu,” tutur Ruddy.

“Ini sesuai keinginan rekan-rekan pelatih untuk mempersiapkan situasi pemain,” tambahnya.

Selanjutnya, Ruddy menyebutkan, kecuali memanasi mesin, ada buat lain dari kompetisi pramusim. Satu salah satunya ialah mengetes penerapan prosedur kesehatan yang sudah diatur.

“Ini dapat juga jadi tes prosedur kesehatan, khususnya buat kepanpelan,” pungkasnya.

Sumber: Bola.net

Jakarta Pada Sabtu, 28 April 1990, Liverpool yang diatasi Kenny Dalglish melayani Queen Park Rangers (QPR) di Anfield. The Reds cuma memerlukan empat point dari tiga pertandingan paling akhir untuk amankan gelar liga.

Rupanya, semua berjalan lancar buat Liverpool. Penambahan tiga point dari pertandingan kontra QPR cukup mengantarkan The Reds untuk penguasa liga pada musim 1989-1990.

Di waktu Liverpool menang 2-1 atas QPR, kompetitor paling dekat mereka, Aston Villa, ditahan seimbang 3-3 oleh Norwich City. Tim serta supporter Liverpool berpesta pora.

Itu terakhir kali Liverpool mencicipi manisnya titel juara Liga Inggris. Saat pertandingan beralih ke masa Premier League, The Reds masih paceklik gelar.

Terhitung Liverpool telah puasa gelar liga semasa 30 tahun. Betul-betul penantian yang benar-benar panjang.

Waktu penantian Liverpool tinggal beberapa langkah lagi sukses. The Reds, di bawah bimbingan Jurgen Klopp, hampir pasti mengunci gelar Premier League musim ini. Sekarang ini, Liverpool telah unggul 23 point atas Manchester City di rangking ke-2.

Sambil menanti Liverpool merengkuh gelar, tidak ada kelirunya kembali lagi melihat ke belakang. Siapapun beberapa pemain yang masuk tim pokok atau berperanan besar waktu Liverpool terakhir kali memenangkan Liga Inggris pada musim 1989-1990? Berikut daftar selengkapnya.

Bruce Grobbelaar

Performa: 38

Clean sheets: 12

Grobbelaar ialah salah satu pemain Liverpool yang tetap bermain pada setiap laga di semua pertandingan pada musim 1989-1990. Berarti, dia tetap bermain pada tiap menit di liga, kecolongan 37 gol, serta membuat gawangnya clean sheets dalam 12 pertandingan.

Si kiper tetap jadi penjaga gawang nomor 1 di Liverpool dalam dua musim selanjutnya, selanjutnya pernah gabung singkat ke Stoke City dengan status utang pada 1993. Dia pada akhirnya permanen geser ke Southampton di tahun selanjutnya.

Alan Hansen

Performa: 31

Gol: 0

Alan Hansen jadi kapten pada musim 1989-1990. Dia dapat disebut adalah jenderal di baris pertahanan The Reds.

Kenny Dalglish membuat benteng pertahanan dengan berpusat pada Hansen. Si pemain dapat bangun dari luka lutut yang menderanya pada musim awalnya. Dia dapat pimpin The Reds dengan style yang ciri khas.

Glenn Hysen

Performa: 35

Gol: 1

Mitra baru Hansen di baris belakang. Hysen dibawa dari Fiorentina dengan bandrol 600 ribu pounds. Waktu itu, Liverpool dapat memenangkan kompetisi menantang Manchester United dalam merebutkan Hysen.

Hysen tampil mengagumkan selama musim, hingga membuat dilihat untuk bek yang dihormati di Eropa.

Sayang, keberuntungannya menghilang sesudah musim kemasyhuran Liverpool itu. Performa turun hingga dipasarkan ke club Swedia, GAIS, pada 1992. Dia pensiun 2 tahun berlalu.

Gary Ablett

Performa: 15

Gol: 0

Gary Ablett bek yang dapat dihandalkan serta serba dapat, dengan status lulusan akademi Liverpool. Ablett mencatat 48 performa untuk The Reds pada 1988-89. Tapi pada musim 1989-1990 peranannya menyusut, cuma bermain cuma 16 kali termasuk juga 15 di liga.

Ia gabung Everton pada 1992, dan jadi pemain pertama yang memenangkan Piala FA bersama-sama dua club Merseyside sekaligus juga. Waktu itu Everton menaklukkan Manchester United pada final 1995. Dia selanjutnya kembali pada Liverpool pada 2006 didapuk untuk pelatih team cadangan.

Ablett tutup umur pada 2012, di umur 46 tahun sebab sakit.

Gary Gillespie

Performa: 13

Gol: 4

Bek berbakat yang awalnya didapuk gantikan Mark Lawrensen untuk mitra Hansen untuk bek tengah. Tetapi, luka memotong peluangnya berperan besar pada musim 1989-1990. Meskipun begitu, dia masih mencatatkan 13 pertandingan di liga, sebagian besar diplot untuk bek kanan.

Ia selekasnya keluar sesudah Graeme Souness didapuk untuk manager baru. Gillespie gabung Celtic pada 1991 dan pindah ke Coventry pada 1994.

Steve Nicol

Performa: 23

Gol: 6

Pemain yang tidak mengenal capek serta isi sebagian besar peranan di baris tengah serta pertahanan. Sebetulnya pada musim 1989-1990, Nicol mencatatkan performa paling rendah ke-2 dalam 11 musim untuk pemain inti.

Tetapi, pada musim itu dia mengukir gol paling tinggi untuk satu musim selama berpakaian Liverpool. Nicol keseluruhan memberi sumbangan sembilan gol, enam salah satunya di liga.

Nicol tinggalkan The Reds pada 1994 untuk geser ke Notts County serta mengakhiri profesi di Amerika Serikat.

David Burrows

Performa: 26

Gol: 0

Youngster yang kompak, walau tidak fantastis. Burrows share pekerjaan untuk bek kiri dengan Steve Staunton. Dia tetap bermain 90 menit dalam 12 pertandingan pertama liga musim 1989-1990, sebelum dengan cara teratur jalani perputaran dengan pemain lain.

Seperti Ablett, Burrows sempat juga menguatkan Everton pada musim 1994-1995.

Barry Venison

Performa: 25

Gol: 0

Barry Venison jadi bek reguler pada musim 1989-1990. Ia masih bersama-sama The Reds sampai 1992, sebelum gabung Newcastle United dan Galatasaray. Venison, yang berpenampilan rambut gondrong, mengakhiri profesinya di Southampton.

Steve Staunton

Performa: 20

Gol: 0

Steve Staunton digaet dari Dundalk pada 1986. Pada 1989-1990 dia nikmati musim kedua-duanya untuk sisi team penting, untuk bek kiri. Awalnya, dia harus berganti-gantian isi tempat itu bersama-sama Burrows.

Steve McMahon

Performa: 38

Gol: 5

McMahon secara cepat jadi pemain yang disenangi fans serta jadi tulang punggung baris tengah Liverpool. Ia dapat juga dihandalkan untuk pembuat gol. Pada musim 1989-1990, dia tetap tampil dalam tiap laga liga.

Ray Houghton

Performa: 19

Gol: 1

Houghton berperanan penting dalam keberhasilan team Dalglish di akhir masa 1980-an. Tetapi, luka membuat tidak dapat tampil reguler pada musim 1989-1990.

Sesudah juara di tahun itu serta lukanya sembuh, Houghton bangun pada dua musim sesudahnya, sebelum geser ke Aston Villa.

Ronnie Whelan

Performa: 34

Gol: 1

Ronnie Whelan sering dipanggil pemain untuk laga-laga besar. Dia jadi jagoan The Reds di baris tengah semasa 13 musim. Waktu menyelesaikan musim 1989-1990, dia keseluruhan menulislan 376 pertandingan bersama-sama Liverpool.

Jan Molby

Performa: 17

Gol: 1

Jan Molby betul-betul pemain yang berbakat, tetapi sering memiliki masalah dengan kesehatan serta hukuman penjara pada 1988. Pada musim 1989-1999, dia bermain 20 kali di semua pertandingan, 17 salah satunya pada tempat liga. Molby termasuk juga pemain yang turun pada penetapan gelar menantang Queen Park Rangers.

John Barnes

Performa: 34

Gol: 22

Barner betul-betul tidak tertahan di akhir 1980, pertama bersama-sama Watford, selanjutnya lanjut di Liverpool. Ia sedang ada pada perform terbaik pada musim 1989-1990. Dia berubah peranan, sebelumnya untuk sayap selanjutnya gabung Ian Rush di baris serang. Barnes mengakhiri musim itu untuk top skor.

Ian Rush

Performa: 36

Gol: 18

Ian Rush adalah penyerang penting pilihan Dalglish. Rush telah mencatat 200 gol untuk Liverpool pada 1987.

Pemain dari Wales itu memberi sumbangan 18 gol dalam 36 laga liga pada 1989-1990. Catatannya termasuk juga cetak gol pembuka saat Liverpool menang 2-1 atas QPR pada penetapan gelar liga.

Peter Beardsley

Performa: 29

Gol: 10

Kemampuan serta visi Beardsley memberikan Liverpool keunggulan dalam gempuran. Geordie dengan teratur cetak gol serta benar-benar menolong selama musim itu, untuk simpatisan Barnes serta Rush. Tetapi, dia mangkir dalam delapan pertandingan paling akhir musim 1989-1990 sebab luka lutut.

Phil Foden tidak menyenangi kepergian David Silva dari Manchester City di akhir musim ini. Karenanya, dia minta club untuk memberi kontrak baru pada si playmaker.

Foden cetak 2 gol waktu Manchester City menggulung tamunya Burnley 5-0 di hari Selasa (23/6/20) dini hari WIB. Riyad Mahrez cetak 2 gol serta Silva memberi 1 gol.

Pemain tengah asal Spanyol itu akan tinggalkan Etihad Fase di akhir musim ini. Hal tersebut akan akhiri penjelajahan satu dasawarsanya bersama-sama The Citizens.

Kepergian Silva peluang bisa menjadi karunia terselubung buat Foden. Sebab, pemain tengah muda Inggris itu akan memperoleh kesempatan yang semakin banyak di team penting.

Kontrak Baru

Foden sedih lihat pria yang seringkali dikatakannya untuk ide itu akan tinggalkan club. Tetapi, Foden nikmati tiap detik bersama-sama si playmaker.

“Saya mengharap ia {David Silva} akan perpanjang kontraknya, jujur!” kata Foden di situs sah club.

“Ia pemain mengagumkan untuk dapat bermain dengannya. Saya tidak mau begitu pikirkannya (kepergiannya).

“Ia pria yang hebat – legenda Club – serta suka bermain dengannya.”

Performa Paling baik

Sesudah cetak 2 gol, Foden dikukuhkan untuk pemain paling baik alias man of the match dalam laga ini. Menurut dia, ini ialah performa terbaik untuk club.

“Saya pikirkan itu ialah permainan paling baik saya mengenakan seragam City, jujur. Aku masih belajar tiap hari serta saya masih terbilang muda,” sambungnya.

“Saya ketahui saya harus tempuh jalan yang panjang, jadi saya suka saat saya memperlihatkan performa semacam itu – betul – betul bahagia.

“Tetap membahagiakan dapat mengambil sisi dalam laga, cetak gol serta saya nikmati sepakbola saya.

“Yang penting ialah kami suka memperoleh kemenangan. Kami nampak tajam, serta kami mengharap untuk meneruskan performa semacam ini ke laga selanjutnya.”

Benar-benar Nikmati

Foden saat ini sudah cetak 3 gol semenjak Premier League kembali lagi berguling pada minggu kemarin. Foden akui benar-benar nikmati performanya.

“Saya pikirkan itu bergantung pada semua team yang ingin kerja keras saat kami jalani interval yang Panjang,” katanya.

“Tidak perduli siapa saja yang di turunkan manager, kami kerja keras. Suka jadi sisi dari team. Saya menikmatinya.”

Sumber: MCFC

Satu suport diberi Joe Cole pada Tammy Abraham. Dia yakin penyerang berumur 21 tahun itu mampu menjaga posisinya untuk striker penting Chelsea sesudah kehadiran Timo Werner.

Pada musim 2019/20, Tammy Abraham memperoleh keyakinan besar dari Frank Lampard. Si penyerang sekarang dipercayai menjadi penyerang penting Chelsea, singkirkan dua nama penyerang senior yakni Olivier Giroud serta Michy Batshuayi.

Tetapi musim depan, banyak yang yakini Abraham akan duduk di kursi cadangan. Pasalnya Chelsea barusan datangkan penyerang mahal baru ke Stamford Bridge, yakni Timo Werner.

Tetapi Cole memandang Abraham tidak gentar dengan kehadiran Werner itu. “Ia [Abraham] perlu tahu jika tiap team mempunyai team pemandu talenta yang cari pemain baru untuk menggantinya di team, hingga pekerjaan ia ialah menaklukkan pemain yang diketemukan beberapa pemandu talenta,” papar Cole pada The Mirror.

Baca tanggapan komplet Cole berkaitan kompetisi Abraham – Werner berikut ini.

Terima Rintangan

Cole memandang jika Abraham tidak dapat lari dari fakta jika Chelsea sekarang cari striker baru menjadi kompetitornya.

Dia memandang kompetisi itu lumrah dalam suatu team, khususnya saat dia menguatkan satu team besar seperti Chelsea.

“Semua pemain teratas harusnya tahu jika keadaan semacam ini normal, khususnya di Chelsea. Anda tidak dapat berleha-leha bermain di team besar, dan itu kenapa beberapa pemain bertahan di club papan tengah sebab mereka berasa nyaman bermain disana.”

Tidak Gentar

Cole yakin jika juniornya itu tidak gentar dengan kehadiran Werner. Dia memandang Abraham punyai mental baja hingga dia akan berkompetisi dengan ketat untuk menjaga tempatnya pada musim depan.

“Tammy Abraham akan terima rintangan itu, malah kehadiran Werner akan tingkatkan kekuatannya sebab dia mempunyai sikap yang benar-benar baik.”

“Frank [Lampard] pahami jika kompetisi dalam satu team itu penting karenanya dapat menggerakkan anda bertambah lebih baik. Saya pikir beberapa pemain akan terima fakta itu semasa bermain di Chelsea serta itu akan tingkatkan kekuatan mereka.” katanya.

Kontrak Tipis

Kontrak Abraham di Chelsea sendiri sekarang ini telah mulai tipis.

Si penyerang tertera kontraknya akan habis pada musim panas tahun 2022 akan datang.

(The Mirror)